Makalah IKD: KEANEKARAGAMAN MAKHLUK HIDUP DAN PERSEBARANNYA
ILMU KEALAMAN DASAR
KEANEKARAGAMAN MAKHLUK HIDUP DAN PERSEBARANNYA
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat
Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan kesehatan kepada kami sehingga kelompok kami dapat menyelesaikan Makalah Ilmu Kealaman
Dasar tentang “Keanekaragaman Makhluk Hidup dan Persebarannya” tepat waktu.
Semoga dengan membaca makalah ini,
para pembaca akan lebih memahami tentang Keanekaragaman Makhluk Hidup dan
Persebarannya. Kritik dan saran demi kemajuan makalah ini sangat
diharapkan. Semoga makalah ini dapat
bermanfaat.
Surabaya, 11 September 2018
Kelompok IV
DAFTAR ISI
Kata
Pengantar .............................................................................................. i
Daftar
Isi ....................................................................................................... ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ........................................................................................ 1
1.2 Rumus Masalah ....................................................................................... 1
1.3 Tujuan ..................................................................................................... 1
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Biosfer dan Makhluk Hidup .................................................................... 2
2.2 Asal mula kehidupan di Bumi ................................................................. 4
2.2.1 Kapan Mulai ada kehidupan di Bumi ............................................ 4
2.2.2 Asal-usul makhluk hidup ............................................................... 4
2.2.3 Ciri-ciri Makhluk hidup ................................................................. 5
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan ............................................................................................. 9
3.2 Saran ....................................................................................................... 9
DAFTAR
PUSAKA ...................................................................................... 10
BAB
1
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Makhluk hidup di dunia ini sangatlah
beragam jenisnya, baik itu tumbuhan maupun hewan. Masing-masing makhluk hidup
memiliki ciri tersendiri sehingga terbentuklah keanekaragaman makhluk hidup
yang disebut dengan keanekaragaman hayati.
Makhluk hidup dari waktu ke waktu
terus berkembang dan tersebar dimana-mana. Sebagai sesama makhluk hidup kita
perlu mengetahui apa dan bagaimana keanekaragaman makhluk hidup yang ada di
sekitar, karena itu perlu adanya pembahasan masalah keanekaragam makhluk hidup
dan persebarannya untuk memahami pengetahuannya lebih mendalam. Semua jenis
kehidupan terbatas pada lapisan tipis yang disebut Biosfer.
Biosfer sangat mempunyai manfaat dan
pengaruh yang besar untuk kelangsungan makhluk hidup di bumi. Biosfer juga
sangat bermanfaat untuk makhluk hidup khususnya manusia. Ilmu pengetahuan yang
telah mempelajari biosfer dan makhluk hidup sangat penting dan berguna untuk
saat ini maupun untuk kelangsungan masa depan. Dengan mempelajari biosfer dan
makhluk hidup manusia bisa bersikap lebih baik dalam hal memelihara ekosistem,
lingkungan hidup maupun eksperimen untuk masa yang akan datang, agar alam ini
bisa terjaga dengan baik serta bisa dinikmati sampai masa yang akan datang.
1.2 Rumusan Masalah
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan Biosfer?
2. Bagaimana asal mula kehidupan di
Bumi?
3. Bagaimana asal-usul dan ciri-ciri
makhluk hidup?
1.3 Tujuan Perumusan
1.3 Tujuan Perumusan
1. Untuk mengetahui maksud dari Biosfer
2. Untuk mengetahui asal mula kehidupan
di Bumi
3. Untuk mengetahui asal-usul dan
ciri-ciri makhluk hidup
BAB 2
PEMBAHASAN
2.1 Biosfer dan Makhluk Hidup
Secara etimologi Biosfer merupakan
gabungan dari dua kata, yaitu bio yang berarti hidup dan sphere yang berarti
lapisan. Jadi, biosfer adalah lapisan tempat hidup (habitat) dari makhluk
hidup. Biosfer adalah bagian luar dari planet Bumi, mencakup udara, daratan,
dan air, yang memungkinkan kehidupan dan proses biotik berlangsung. Istilah
biosfer pertama kali diperkenalkan oleh ilmiawan Rusia yang bernama Vladimir
Vernadsky pada tahun 1929.
Dalam pengertian luas menurut
geofisiologi, biosfer adalah sistem ekologis global yang menyatukan seluruh
makhluk hidup dan hubungan antar mereka, termasuk interaksinya dengan unsur
litosfer (batuan), hidrosfer (air), dan atmosfer (udara) Bumi. Biosfer dianggap
telah berlangsung selama sekitar 3,5 miliar tahun dari 4,5 miliar tahun usia Bumi.
Seluruh ekosistem di dunia disebut biosfer.
Jika dilihat dari jenisnya biosfer
sebagai lapisan yang paling kompleks memiliki 3 jenis, diantaranya sebagai
berikut:
a.
Litosfer
Merupakan bagian terpenting manusia yang berupa benua-benua dan
pulau-pulau sebagai tempat tinggal. Dalam kajiannya, Litosfer merupakan susunan
batuan yang ada di dalam Biosfer dengan ciri yang berbeda sesuai dengan tingkat
kedalaman yang dimiliki. Kandungan litosfer sebagai berikut :
Nama Kandungan Mineral
|
Kandungan (%)
|
Oksigen
|
47,7 %
|
Silicon
|
27,7 %
|
Alumunium
|
8,1 %
|
Ferum
|
5 %
|
Calcium
|
3,6 %
|
Natrium
|
2,8 %
|
Magnesium
|
2,1 %
|
Titanium
|
0,6 %
|
Hydrogen
|
0,1 %
|
Lainnya
|
0,7 %
|
Berdasarkan materi penyusunnya
litosfer masih dikelompokkan menjadi beberapa lapisan:
b.
Hidrosfer
Merupakan lapisan yang menutupi
permukaan bumi hingga 75% meliputi lautan, danau dan es yang terdapat dalam
kedua kutub. Hidrosfer berpengaruh terhadap atmosfer karena keadaan air yang
menguap akan membenntuk awan yang selanjutnya akan menimbulkan hujan dan
kembali ke laut lagi, siklus inilah yang menyebabkan air menjadi asin karena
garam mineral pada kerak bumi mudah larut dan terbawa ke laut secara terus
menerus. Gas-gas yang ada di atmosfer juga terlarut dalam hidrosfer dan yang
paling penting bagi kehidupan dilaut adalah terlarutnya gas oksigen dan
karbondioksida
Kandungan
mineral rata-rata air laut yag mudah larut (3,5%) terdiri dari:
ION
|
SIMBOL
|
PERSEN BERAT
|
Chlore
|
Cl-
|
55
|
Natrium
|
Na5
|
30,6
|
Sulfat
|
S04--
|
7,7
|
Magnesium
|
Mg++
|
3,7
|
Calcium
|
Ca++
|
1,2
|
Kalium
|
K+
|
1,1
|
Bikardonat
|
HCO3-
|
0,4
|
c.
Atmosfer
Merupakan lapisan gas yang
menyelubungi bumi yang mempunyai ketebalan 4800 km terhitung dari permukaan air
laut. Udara berlapis-lapis dan batas setiap lapisan ditentukan oleh peralihan
temperature yang mendadak. Table seluruh lapisan udara ± 1000 km, berat
jenisnya makin ke atas makin mendekati nol.
Kandungan
zat di atmosfer :
Ø Nitrogen 78%
Ø Oksigen 21%
Ø Gas lain termasuk (CO2
dan Argon) 1%
Atmosfer dibagi menjadi berikut:
·
Troposfer
Lapisan ini merupakan lapisan yang paling bawah, yang
memiliki ketabalan 16 km pada daerah khatulistiwa, menipis hingga hanya 8 km
pada kutub-kutub bumi. Lapisan
ini sangat penting karena berhubungan langsung dengan permukaan bumi yang
merupakan habitat bagi seluruh makhluk hidup, karena sebagian besar dinamika
iklim berlangsung pada lapisan troposfer
seperti iklim hujan, salju, angin dan badai. Hal ini disebabkan di lapisan ini
banyak mengandung uap air.
· Stratosfer
Lapisan ini terletak diantara
lapisan troposfer dan ionosfer dengan ketinggian 16-80 km di atas bumi dengan
suhurata-rata -35oC. Ciri pentingnya adalah keberadaan lapisan ozon
yang berguna untuk menyerap radiasi ultraviolet sehingga sebgaian besar tidak
akan mencapai ke permukaan bumi, serapan radiasi sinar matahari oleh ozon dan
beberapa gas atmosfer lainnya menyebabkan suhu udara pada lapisan ini
meningkat. lapisan ini mengandung udara kering karena tidak mengandung uap air.
·
Ionosfer
Lapisan ini terletak di diatas lapisan Stratosfer dengan ketinggian 80-800
km. pada lapisan ini terjadi aliran listrik yang kuat yang dikarenakan adanya
pancaran sinar ultraviolet dari matahari, atom dari lapisan udara ini
terionisasi. Lapisan yang paling terionisasi ialah lapisan Kennelly-Heaviside
dan lapisan Appleton, lapisan ini sangat penting dalam komunikasi radio karena
dapat dipergunakan sebagai lapisan pemantul gelombang radio.
2.2 Asal mula kehidupan di Bumi
Awal mulanya dunia ini hanya sebatas planet yang kosong dan lama kelamaan dunia ini penuh dengan makhluk – makhluk yang menempati bumi ini dan mulailah terjadi kehidupan di dunia ini. Sejarah kehidupan dibumi dapat diungkap melalui fosil. Fosil telah menjadi bukti yang paling kuat untuk menjelaskan tentang kejadian makroevolusi.
Makroevolusi merupakan perubahan
dalam skala besar diatas tingkatan spesies yang berlangsung dalam jangka waktu
yang sangat lama. Kebanyakan fosil ditemukan tertanam dalam batuan sediment.
Melalui proses alami yang panjang, sediment-sedimen dapat tersusun secara
berlapis-lapis membentuk strata (tingkatan).
2.2.1
Kapan Mulai ada kehidupan di Bumi
Usia Bumi kurang lebih adalah 3000
juta tahun, namun hadirnya kehidupan diatas bumi barulah sekitar 2000 tahun,
dan berawal dari mahluk yang sangat sederhana.
Hal itu diketahui berdasarkan
penelitian dan analisis dengan menggunakan metode perbandingan zat radioaktif
dengan zat hasil seluruhnya. Dengan metode itu pula diperkirakan bahwa bumi
telah membentuk batuan sejak 5 ribu juta tahun yang lalu. Dari penelitian
berbagai penelitian terdapat batuan yang berumur 3,5 juta tahun yang telah menunjukan
tanda - tanda kehidupan atau fosil.
2.2.2
Asal-usul makhluk hidup
Kita mengenal beberapa hipotesis
tentang asal mula kehidupan. Perlu diketahui bahwa hipotesis yang dikemukakan
para ahli tidak terlepas dari cara penalaran seseorang dari zaman ke zaman,
oleh karena itu ada beberapa hipotesis yang agak kurang tepat kedengarannya.
Namun sebaliknya, ada beberapa hipotesis yang benar bila ditinjau dari segi
logika.
Berikut beberapa hipotesis atau
teori tentang dari mana asal kehidupan di Bumi:
· Hidup
dari Tuhan, Pendapat ni lebih dikenal dengan paham , Penciptaan Khusus yang
mengandung arti bahwa Tuhan Langsung turun tangan. Ilmuwan Tidak menolak
anggapan ini, tetapi semacam itu diluar taraf dan batas ilmu pengetahuan.
Pendapat ini Dikenal dengan sebutan Teori Transedental, yang berpendapat bahwa
semua ciptaan dari sisi “Religi“ adalah Ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa dan itu
luar jangkauan sains.
· Teori Cosmozoa, yang
menyatakan bahawa makhluk hidup datang dibumi dari bagian luar lain alam
semesta ini. Diprediksi bahwa suatu benda berat telah menyebarkan benda hidup
itu merupakan suatu partikel-partikel kecil.
· Teori Moore, yang
menyatakan bahwa hidup dapat muncul dari kondisi yang cocok dari bahan
anorganik pada saat Bumi mengalami pendinginan melalaui suatu proses yang
kompleks dalam larutan yang labil.
· Teori
Naturalistuk/Evolusi Organik/Neoabiogenesis/Oportunistik menyatakan bahwa
kehidupan tercipta melalui proses evolusi kimia dan evolusi biologi berdasarkan
pada konsep biologi modern.
· Konsep atau Teori Modern,
beberapa ahli Ilmu Alamiah dari Aristoteles sampai beberapa abad kemudian
berpendapat bahwa berdasarkan pengalamannya, benda-benda hidup itu mungkin
dapat timbul dari benda-yang dibebaskan dari pencemaran lalat tidak
menghasilkan ulat. Terdapat banyak bukti bahwa 2000 juta tahun lalu keadaan
permukaan Bumi sangat berbeda dengan keadaam bmi sekarang. Pada saat sebelum
ada tumbuhan dan hewan, udara (atmosfer) terutama terdiri dari gas metan,
amonia, uap air, dan gas hidrogen serta unsur oksigen, nitrogen yang sangat
reaktif, yang bersenyawa sebagai oksidasi nutrida.
2.2.3
Ciri-ciri Makhluk hidup
1. Bernapas
Semua makhluk hidup melakukan proses
pernapasan. Bernapas adalah proses mengambil udara (O2) dari luar dan
mengeluarkan udara (CO2) dari dalam tubuh. Oksigen (O2)
sangat diperlukan makhluk
hidup untuk pembakaran
makanan dalam tubuh dan
menghasilkan energi yang
diperlukan tubuh atau disebut
juga oksidasi tubuh. Energi
ini digunakan tubuh
untuk bergerak dan
melakukan aktivitas lainnya. Proses
pernapasan makhluk hidup
berbeda-beda, bergantung pada
tempat hidup dan jenis
makhluk hidup. Makhluk
hidup yang hidup
di darat memiliki
sistem pernapasan yang berbeda
dengan makhluk hidup
yang hidup di
air. Adapun nama-nama alat pernapasan selain paru-paru yakni:
· Alat pernafasan pada tumbuhan
disebut stomata atau lentisel
· Alat pernafasan pada hewan adalah
paru paru,insang trakea dan kulit
· Burung memiliki alat bantu
pernafasan yang disebut pundi pundi udara
2. Bergerak
Bergerak merupakan salah satu ciri
makhluk hidup. Gerak pada manusia dan hewan
jelas tampak terlihat.
Dari geerakan itu makhluk hidup bisa berjalan, berlari,
dan menggerakkan tangan, terbang, dan
lain sebagainya. Untuk melakukan gerakan tersebut, manusia dan
hewan dibantu oleh alat gerak. Pada manusia, misalnya tangan dan kaki.
Sedangkan, pada hewan, seperti sayap, sirip, kaki, silia, dan lainnya. Selain
manusia dan hewan, tumbuhan juga melakukan gerakan, tapi gerakan ini tidak mudah
dilihat. Contoh gerakan
pada tumbuhan adalah
menutupnya daun putri malu
bila disentuh, dan bunga
matahari yang selalu
menghadap matahari. Gerakan
pada tumbuhan disebabkan karena ada rangsangan dari luar.
3. Makan
Seluruh makhluk
hidup membutuhkan makanan.
Makanan yang dimakan harus mengandung
zat-zat makanan yang
dibutuhkan oleh tubuh.
Contohnya, karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral.
Karbohidrat sangat diperlukan tubuh untuk menghasilkan energi.
4. Iritabilitas
Kemampuan makhluk
hidup memberi tanggapan
terhadap rangsangan disebut iritabilitas. Gerak pada tumbuhan
terjadi karena adanya rangsangan zat kimia, gaya gravitasi bumi, cahaya, air
dan sentuhan. Misalnya pada daun putri malu
akan menutup bila disentuh. Hewan dan manusia untuk iribalitas
menggunakan panca indera yang terdiri dari Telinga untuk mendengar; Mata untuk
melihat; Kulit untuk meraba; Hidung untuk mencium; Lidah untuk mengecap
5. Tumbuh
Makhluk hidup mengalami pertumbuhan
dan perkembangan. Contohnya, jika kamu menanam biji akan tumbuh menjadi
kecambah, kemudian menjadi tanaman kecil. Jika tanaman tersebut kamu siram setiap hari, maka akan tumbuh menjadi tanaman
yang besar. Pertumbuhan merupakan pertambahan sel-sel tubuh sehungga ukuran
tubuh menambah dan tidak bisa mengecil kembali.
6. Berkembang Biak
Berkembang biak
atau reproduksi adalah kemampuan
makhluk hidup untuk memperoleh keturunan. Perkembangbiakan ini berguna untuk
melestarikan jenisnya. Cara perkembangbiakan pada hewan dibagi menjadi dua
macam, yaitu secara
generatif (kawin) dan
secara vegetatif (tak kawin).
Pada hewan tingkat
tinggi umumnya berkembang
biak secara kawin, sedangkan pada
hewan tingkat rendah
berkembang biak dengan
vegetatif (tak kawin).
Tumbuhan tidak hanya berkembang biak dengan biji, tetapi
juga dapat berkembang biak secara vegetative, Contoh perkembangbiakan vegetatif
pada tumbuhan, di antaranya stek, cangkok, dan tunas.
7. Adaptasi
Untuk dapat
bertahan hidup di
lingkungannya, makhluk hidup
harus menyesuaikan diri dengan
lingkungannya, Tempat hidup bagi
makhluk hidup dapat melakukan
aktifitasnya disebut habitat. Apabila makhluk
hidup tersebut tidak bisa
menyesuaikan diri dengan
lingkungannya maka akan
mati atau bisa harus berpindah ke lingkungan yang baru.
Adapun jenis-jenis adaptasi yakni:
8. Memerlukan Suhu Tertentu
Semua makhuk hidup dapat bertahan
pada suhu tertentu, ikan dapat hidup pada air yang bersuhu antara 5 derajat
celcius sampai dengan 30 derajat. untuk jenis bakteri dapat sampai suhu 80
derajat, sedangkan tumbuhan dapat hidup baik antara suhu 0 – 43 derajat
celcius.
9. Mengeluarkan Zat Sisa (sekresi)
Zat sisa dari proses produksi harus
dikeluarkan, jika tidak akan menimbulkan racun di dalam tubuh. Zat sisa yang
dikeluarkan bisa berupa cairan, gas ataupun zat padat. Alat pengeluaran zat
sisa pada hewan atau manusia , yaitu :
1. Paru paru mengeluarkan CO2
2. Kulit mengeluarkan keringat
3. Ginjal mengeluarkan urine
Sedangkan Untuk mengetahui asal-usul
kehidupan, para ilmuwan menyelidiki dan melakukan eksperimen. Berikut
teoti-teori yang dikemukakan oleh beberapa ilmuwan dengan bukti-bukti yang ada
:
Teori abiogenesis disebut juga teori
generatio spontanea. Pokok dari teori ini menyatakan bahwa kehidupan berasal
dari benda atau materi tidak hidup dan kehidupan terjadi secara spontan
(generatio spontanea). Ilmuwan yang mengemukakan teori ini adalah seorang
filsafat Yunani kuno, yakni Aristoteles (384–322 SM). Dengan melihat organisme
di sekeliling-nya, Aristoteles berkesimpulan bahwa makhluk hidup muncul secara
tiba-tiba. Contohnya, seekor cacing yang keluar dari dalam tanah, maka cacing tersebut
berasal dari tanah. Contoh lainnya, katak yang keluar dari lumpur, maka katak
tersebut berasal dari lumpur.
Ilmuwan lain yang mendukung teori
ini adalah John Needham (1700). Ilmuwan dari Inggris ini melakukan percobaan
dengan merebus sebentar air kaldu yang berasal dari sepotong daging. Air kaldu
tersebut menjadi keruh karena adanya mikroorganisme. Ilmuwan tersebut kemudian
berkesimpulan bahwa mikroorganisme berasal dari air kaldu.
Teori biogenesis menyatakan bahwa
makhluk hidup berasal dari makhluk hidup lagi. Teori biogenesis merupakan lawan
dari teori abiogenesis. Para ilmuwan yang mendukung teori biogenesis adalah
Francesco Redi (1626–1697), Abbe Lazzaro Spallanzani (1729–1799), dan Louis
Pasteur (1822–1895). Ketiga ilmuwan ini melakukan percobaan dan membuktikan
teori biogenesis, seperti:
§ Percobaan Francesco Redi
Francesco Redi adalah orang pertama
yang melakukan percobaan untuk menentang teori abiogenesis. Redi melakukan
percobaan dengan menggunakan daging segar dan dua stoples. Stoples pertama
diisi dengan daging dan dibiarkan terbuka, sedangkan stoples kedua diisi daging
dan ditutup rapat.
Setelah beberapa hari, di dalam
stoples yang terbuka terdapat larva. Redi berkesimpulan bahwa larva tersebut
berasal dari lalat yang masuk ke dalam stoples kemudian bertelur. Untuk
meyakinkan kesimpulannya tersebut, Redi melakukan percobaan yang kedua. Kali
ini stoples ditutupi dengan kain kasa sehingga masih terjadi hubungan dengan
udara, tetapi lalat tetap tidak dapat masuk. Setelah beberapa hari, didapatkan
daging dalam stoples tersebut membusuk, tetapi dalam daging tersebut tidak
terdapat larva. Redi mengemukakan tidak adanya larva ini karena lalat tidak
bisa menyimpan telurnya dalam daging. Oleh karena itu, Redi berkesimpulan bahwa
larva lalat bukan berasal dari daging yang membusuk.
Berdasarkan catatan geologis, bumi
ini telah ada kurang lebih 4,5 miliar tahun yang lalu sebagai hasil dari sebuah
ledakan mahadahsyat di angkasa. Kehidupan diperkirakan mulai hadir 1 miliar
tahun dan oleh para ahli percaya bahwa lautan merupakan tempat awal mula
hadirnya kehidupan. Keberadaan organisme multiseluler dimulai kira-kira 600
juta tahun yang lalu pada awal masa Paleozoic.
Ada empat masa yang dikenal
berdasarkan kehadiran makhluk hidup. Masa tersebut adalah proterozoik,
paleozoik, mesozoik, dan senozoik
1. Proterozoik
Awal mula hadirnya kehidupan, masa
ini ada sekitar 3,5 miliar tahun yang lalu. Sebuah fosil batuan pada masa ini,
ditemukan mengandung fosil mikroorganisme primitif yang dikenal dengan bakteri
(prokariotik). Organisme eukariotik kemudian muncul sekitar 1,5 miliar tahun
yang lalu.
2. Paleozoik (Kehidupan Kuno)
Pada masa ini, diperkirakan mulai
munculnya tumbuhan, invertebrata, dan hewan vertebrata pertama, masa ini
terjadi sekitar 230 juta sampai dengan 600 juta tahun yang lalu. Perkembangan
masa ini dimulai dengan semakin banyaknya kehadiran organisme invertebrata di
lautan. Di daratan banyak terdapat tumbuhan dan konifer. Jenis tumbuhan dan
hewan pada masa inilah yang memberikan kita ketersediaan bahan bakar fosil pada
masa sekarang. Serangga juga diduga mulai mengisi daratan. Ukuran serangga yang
hidup pada masa itu lebih besar dari serangga yang umum kita lihat saat ini.
Selain itu, ikan pertama pun mulai muncul di laut.
3. Mesozoik (Zaman Reptilia)
Zaman ini merupakan awal mula
hadirnya tumbuhan berbunga, dinosaurus, burung, dan mamalia. Masa ini terjadi
antara 250 sampai dengan 60 juta tahun yang lalu. Pada masa ini, banyak spesies
reptil dari masa zaman karbon mengalami kepunahan tanpa sebab yang pasti dan
digantikan dengan jenis dinosaurus. Masa ini dipenuhi dengan jenis-jenis
dinosaurus herbivora dan karnivora. Pada zaman jurasik dan cretaceous, jenis
reptil yang hidup berukuran sangat besar. Beberapa jenis Sauropods, seperti
Brontosaurus dan Brachiosaurus merupakan organisme terbesar yang pernah hidup
di daratan bumi kita.
4. Senozoik (Zaman Mammalia)
Pada masa ini mulai terjadi
penyebaran makhluk hidup sehingga terjadi diversifikasi tumbuhan berbunga,
serangga, burung dan mamalia. Selain itu, masa ini juga merupakan awal mula
hadirnya manusia (sekitar 3 juta tahun yang lalu).
BAB 3
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Secara etimologi biosfer merupakan gabungan dari dua kata, yaitu bio yang berarti hidup dan sphere yang berarti lapisan. Jadi, biosfer adalah lapisan tempat hidup (habitat) makhluk hidup. Biosfer adalah bagian luar dari planet Bumi, mencakup udara, daratan, dan air, yang memungkinkan kehidupan dan proses biotik berlangsung. Biosfer terdiri dari Litosfer, Hidrosfer, Atmosfer.
Secara etimologi biosfer merupakan gabungan dari dua kata, yaitu bio yang berarti hidup dan sphere yang berarti lapisan. Jadi, biosfer adalah lapisan tempat hidup (habitat) makhluk hidup. Biosfer adalah bagian luar dari planet Bumi, mencakup udara, daratan, dan air, yang memungkinkan kehidupan dan proses biotik berlangsung. Biosfer terdiri dari Litosfer, Hidrosfer, Atmosfer.
Asal-usul makhluk hidup yakni
meliputi Teori-teori atau hipotesis dari para ahli yang kami sampaikan. Untuk
mengetahui asal-usul kehidupan, para ahli menyelidiki dan melakukan eksperimen.
Selain penelitian, teori-teori dikemukakan oleh beberapa ilmuwan berdasarkan
bukti-bukti yang ada.
3.2 Saran
Dengan adanya makalah ini, semoga bermanfaat kita untuk mengetahui alam
yang Tuhan ciptakan, dan telah dirasakan di kehidupan terdahulu sampai
sekarang.
Dengan mengetahui biosfer dan makhluk hidup yang sangat bermafaat untuk
kehidupan Tuhan Ciptakan, semoga akan
menambah ketaqwaan kita kepada Tuhan YME.
Semoga dengan adanya makalah ini, akan membatu teman-teman dan pihak
yang membaca dalam menambah ilmu pengetahuan.
DAFTAR PUSTAKA
Harmoni, Ati (2011). Seri Diktat
Kuliah : Ilmu alamiah Dasar. : Penerbit Gunadarma.
Rahim, Sukirman, dkk . (2014). Ilmu
Alamiah Dasar. Gorontalo : Ideas Publishing
Aly Abdullah, Drs. dan
Ir. EnyRahma. 2010. MKUD IlmuAlamiahDasar. Jakarta : PT.Bumi Aksara.
betmatik
ReplyDeletekralbet
betpark
tipobet
slot siteleri
kibris bahis siteleri
poker siteleri
bonus veren siteler
mobil ödeme bahis
J1U
canlı sex hattı
ReplyDeletehttps://girisadresi.info/
heets
salt likit
salt likit
K4U5UU