Makalah IKD: KEANEKARAGAMAN MAKHLUK HIDUP DAN PERSEBARANNYA



ILMU KEALAMAN DASAR

KEANEKARAGAMAN MAKHLUK HIDUP DAN PERSEBARANNYA





KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan kesehatan  kepada kami sehingga kelompok kami  dapat menyelesaikan Makalah Ilmu Kealaman Dasar tentang “Keanekaragaman Makhluk Hidup dan Persebarannya” tepat waktu.
Semoga dengan membaca makalah  ini,  para pembaca akan lebih memahami tentang Keanekaragaman Makhluk Hidup dan Persebarannya. Kritik dan saran demi kemajuan makalah ini sangat diharapkan.  Semoga makalah ini dapat bermanfaat.

Surabaya, 11 September 2018           


Kelompok IV


DAFTAR ISI

Kata Pengantar .............................................................................................. i
Daftar Isi ....................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ........................................................................................ 1
1.2 Rumus Masalah ....................................................................................... 1
1.3 Tujuan ..................................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Biosfer dan Makhluk Hidup .................................................................... 2
2.2 Asal mula kehidupan di Bumi ................................................................. 4
   2.2.1 Kapan Mulai ada kehidupan di Bumi ............................................ 4
   2.2.2 Asal-usul makhluk hidup ............................................................... 4
        2.2.3 Ciri-ciri Makhluk hidup ................................................................. 5
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan ............................................................................................. 9
3.2 Saran ....................................................................................................... 9
DAFTAR PUSAKA ...................................................................................... 10

BAB 1
PENDAHULUAN 
1.1   Latar Belakang
Makhluk hidup di dunia ini sangatlah beragam jenisnya, baik itu tumbuhan maupun hewan. Masing-masing makhluk hidup memiliki ciri tersendiri sehingga terbentuklah keanekaragaman makhluk hidup yang disebut dengan keanekaragaman hayati.
Makhluk hidup dari waktu ke waktu terus berkembang dan tersebar dimana-mana. Sebagai sesama makhluk hidup kita perlu mengetahui apa dan bagaimana keanekaragaman makhluk hidup yang ada di sekitar, karena itu perlu adanya pembahasan masalah keanekaragam makhluk hidup dan persebarannya untuk memahami pengetahuannya lebih mendalam. Semua jenis kehidupan terbatas pada lapisan tipis yang disebut Biosfer.

Biosfer sangat mempunyai manfaat dan pengaruh yang besar untuk kelangsungan makhluk hidup di bumi. Biosfer juga sangat bermanfaat untuk makhluk hidup khususnya manusia. Ilmu pengetahuan yang telah mempelajari biosfer dan makhluk hidup sangat penting dan berguna untuk saat ini maupun untuk kelangsungan masa depan. Dengan mempelajari biosfer dan makhluk hidup manusia bisa bersikap lebih baik dalam hal memelihara ekosistem, lingkungan hidup maupun eksperimen untuk masa yang akan datang, agar alam ini bisa terjaga dengan baik serta bisa dinikmati sampai masa yang akan datang. 

1.2 Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan Biosfer?
2.      Bagaimana asal mula kehidupan di Bumi?
3.      Bagaimana asal-usul dan ciri-ciri makhluk hidup? 

1.3 Tujuan Perumusan
1.      Untuk mengetahui maksud dari Biosfer
2.      Untuk mengetahui asal mula kehidupan di Bumi
3.      Untuk mengetahui asal-usul dan ciri-ciri makhluk hidup 

BAB 2
PEMBAHASAN


2.1 Biosfer dan Makhluk Hidup

Secara etimologi Biosfer merupakan gabungan dari dua kata, yaitu bio yang berarti hidup dan sphere yang berarti lapisan. Jadi, biosfer adalah lapisan tempat hidup (habitat) dari makhluk hidup. Biosfer adalah bagian luar dari planet Bumi, mencakup udara, daratan, dan air, yang memungkinkan kehidupan dan proses biotik berlangsung. Istilah biosfer pertama kali diperkenalkan oleh ilmiawan Rusia yang bernama Vladimir Vernadsky pada tahun 1929.

Dalam pengertian luas menurut geofisiologi, biosfer adalah sistem ekologis global yang menyatukan seluruh makhluk hidup dan hubungan antar mereka, termasuk interaksinya dengan unsur litosfer (batuan), hidrosfer (air), dan atmosfer (udara) Bumi. Biosfer dianggap telah berlangsung selama sekitar 3,5 miliar tahun dari 4,5 miliar tahun usia Bumi. Seluruh ekosistem di dunia disebut biosfer.



Jika dilihat dari jenisnya biosfer sebagai lapisan yang paling kompleks memiliki 3 jenis, diantaranya sebagai berikut:

a.    Litosfer
Merupakan bagian terpenting manusia yang berupa benua-benua dan pulau-pulau sebagai tempat tinggal. Dalam kajiannya, Litosfer merupakan susunan batuan yang ada di dalam Biosfer dengan ciri yang berbeda sesuai dengan tingkat kedalaman yang dimiliki. Kandungan litosfer sebagai berikut :
Nama Kandungan Mineral
Kandungan (%)
Oksigen
47,7 %
Silicon
27,7 %
Alumunium
8,1 %
Ferum
5 %
Calcium
3,6 %
Natrium
2,8 %
Magnesium
2,1 %
Titanium
0,6 %
Hydrogen
0,1 %
Lainnya
0,7 %

Berdasarkan materi penyusunnya litosfer masih dikelompokkan menjadi beberapa lapisan:
*   Lapisan atas, merupakan tempat dimana makhluk hidup berkembang biak, lapisan atas terdiri atas pelapukan batuan dan sisa-sisa makhluk hidup yang sudah mati yang disebut dengan humus.
*   Lapisan tengah, merupakan lapisan yang sedikit gersang dan terdiri atas air serta pelapukan batuan yang disebut dengan lapisantanah liat.
*   Lapisan bawah, merupakan lapisan batuan yang masih belum sempurna pembentukannya.
*   Lapisan batuan induk, merupakan lapisan yang terdapat batuan padat sebagai penyusunnya.

b.   Hidrosfer
Merupakan lapisan yang menutupi permukaan bumi hingga 75% meliputi lautan, danau dan es yang terdapat dalam kedua kutub. Hidrosfer berpengaruh terhadap atmosfer karena keadaan air yang menguap akan membenntuk awan yang selanjutnya akan menimbulkan hujan dan kembali ke laut lagi, siklus inilah yang menyebabkan air menjadi asin karena garam mineral pada kerak bumi mudah larut dan terbawa ke laut secara terus menerus. Gas-gas yang ada di atmosfer juga terlarut dalam hidrosfer dan yang paling penting bagi kehidupan dilaut adalah terlarutnya gas oksigen dan karbondioksida
Kandungan mineral rata-rata air laut yag mudah larut (3,5%) terdiri dari:
ION
SIMBOL
PERSEN BERAT
Chlore
Cl-
55
Natrium
Na5
30,6
Sulfat
S04--
7,7
Magnesium
Mg++
3,7
Calcium
Ca++
1,2
Kalium
K+
1,1
Bikardonat
HCO3-
0,4

c.    Atmosfer
Merupakan lapisan gas yang menyelubungi bumi yang mempunyai ketebalan 4800 km terhitung dari permukaan air laut. Udara berlapis-lapis dan batas setiap lapisan ditentukan oleh peralihan temperature yang mendadak. Table seluruh lapisan udara ± 1000 km, berat jenisnya makin ke atas makin mendekati nol.
Kandungan zat di atmosfer :
Ø Nitrogen 78%
Ø Oksigen 21%
Ø Gas lain termasuk (CO2 dan Argon) 1%
Atmosfer dibagi menjadi berikut:
           ·       Troposfer
Lapisan ini merupakan lapisan yang paling bawah, yang memiliki ketabalan 16 km pada daerah khatulistiwa, menipis hingga hanya 8 km pada kutub-kutub bumi. Lapisan ini sangat penting karena berhubungan langsung dengan permukaan bumi yang merupakan habitat bagi seluruh makhluk hidup, karena sebagian besar dinamika iklim  berlangsung pada lapisan troposfer seperti iklim hujan, salju, angin dan badai. Hal ini disebabkan di lapisan ini banyak mengandung uap air.
·       Stratosfer
Lapisan ini terletak diantara lapisan troposfer dan ionosfer dengan ketinggian 16-80 km di atas bumi dengan suhurata-rata -35oC. Ciri pentingnya adalah keberadaan lapisan ozon yang berguna untuk menyerap radiasi ultraviolet sehingga sebgaian besar tidak akan mencapai ke permukaan bumi, serapan radiasi sinar matahari oleh ozon dan beberapa gas atmosfer lainnya menyebabkan suhu udara pada lapisan ini meningkat. lapisan ini mengandung udara kering karena tidak mengandung uap air.
           ·       Ionosfer
Lapisan ini terletak di diatas  lapisan Stratosfer dengan ketinggian 80-800 km. pada lapisan ini terjadi aliran listrik yang kuat yang dikarenakan adanya pancaran sinar ultraviolet dari matahari, atom dari lapisan udara ini terionisasi. Lapisan yang paling terionisasi ialah lapisan Kennelly-Heaviside dan lapisan Appleton, lapisan ini sangat penting dalam komunikasi radio karena dapat dipergunakan sebagai lapisan pemantul gelombang radio. 

2.2 Asal mula kehidupan di Bumi
Awal mulanya dunia ini hanya sebatas planet yang kosong dan lama kelamaan dunia ini penuh dengan makhluk – makhluk yang menempati bumi ini dan mulailah terjadi kehidupan di dunia ini. Sejarah kehidupan dibumi dapat diungkap melalui fosil. Fosil telah menjadi bukti yang paling kuat untuk menjelaskan tentang kejadian makroevolusi.
Makroevolusi merupakan perubahan dalam skala besar diatas tingkatan spesies yang berlangsung dalam jangka waktu yang sangat lama. Kebanyakan fosil ditemukan tertanam dalam batuan sediment. Melalui proses alami yang panjang, sediment-sedimen dapat tersusun secara berlapis-lapis membentuk strata (tingkatan).

2.2.1 Kapan Mulai ada kehidupan di Bumi
Usia Bumi kurang lebih adalah 3000 juta tahun, namun hadirnya kehidupan diatas bumi barulah sekitar 2000 tahun, dan berawal dari mahluk yang sangat sederhana.
Hal itu diketahui berdasarkan penelitian dan analisis dengan menggunakan metode perbandingan zat radioaktif dengan zat hasil seluruhnya. Dengan metode itu pula diperkirakan bahwa bumi telah membentuk batuan sejak 5 ribu juta tahun yang lalu. Dari penelitian berbagai penelitian terdapat batuan yang berumur 3,5 juta tahun yang telah menunjukan tanda - tanda kehidupan atau fosil.

2.2.2 Asal-usul makhluk hidup
Kita mengenal beberapa hipotesis tentang asal mula kehidupan. Perlu diketahui bahwa hipotesis yang dikemukakan para ahli tidak terlepas dari cara penalaran seseorang dari zaman ke zaman, oleh karena itu ada beberapa hipotesis yang agak kurang tepat kedengarannya. Namun sebaliknya, ada beberapa hipotesis yang benar bila ditinjau dari segi logika.
Berikut beberapa hipotesis atau teori tentang dari mana asal kehidupan di Bumi:
·       Hidup dari Tuhan, Pendapat ni lebih dikenal dengan paham , Penciptaan Khusus yang mengandung arti bahwa Tuhan Langsung turun tangan. Ilmuwan Tidak menolak anggapan ini, tetapi semacam itu diluar taraf dan batas ilmu pengetahuan. Pendapat ini Dikenal dengan sebutan Teori Transedental, yang berpendapat bahwa semua ciptaan dari sisi “Religi“ adalah Ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa dan itu luar jangkauan sains.
·     Teori Cosmozoa, yang menyatakan bahawa makhluk hidup datang dibumi dari bagian luar lain alam semesta ini. Diprediksi bahwa suatu benda berat telah menyebarkan benda hidup itu merupakan suatu partikel-partikel kecil.
·    Teori Moore, yang menyatakan bahwa hidup dapat muncul dari kondisi yang cocok dari bahan anorganik pada saat Bumi mengalami pendinginan melalaui suatu proses yang kompleks dalam larutan yang labil.
·  Teori Naturalistuk/Evolusi Organik/Neoabiogenesis/Oportunistik menyatakan bahwa kehidupan tercipta melalui proses evolusi kimia dan evolusi biologi berdasarkan pada konsep biologi modern.
·   Konsep atau Teori Modern, beberapa ahli Ilmu Alamiah dari Aristoteles sampai beberapa abad kemudian berpendapat bahwa berdasarkan pengalamannya, benda-benda hidup itu mungkin dapat timbul dari benda-yang dibebaskan dari pencemaran lalat tidak menghasilkan ulat. Terdapat banyak bukti bahwa 2000 juta tahun lalu keadaan permukaan Bumi sangat berbeda dengan keadaam bmi sekarang. Pada saat sebelum ada tumbuhan dan hewan, udara (atmosfer) terutama terdiri dari gas metan, amonia, uap air, dan gas hidrogen serta unsur oksigen, nitrogen yang sangat reaktif, yang bersenyawa sebagai oksidasi nutrida.

2.2.3 Ciri-ciri Makhluk hidup
1.  Bernapas
Semua makhluk hidup melakukan proses pernapasan. Bernapas adalah proses mengambil udara (O2) dari luar dan mengeluarkan udara (CO2) dari dalam tubuh. Oksigen  (O2)  sangat  diperlukan  makhluk  hidup  untuk  pembakaran  makanan dalam  tubuh  dan  menghasilkan  energi  yang  diperlukan tubuh  atau  disebut  juga oksidasi  tubuh.  Energi  ini  digunakan  tubuh  untuk  bergerak  dan  melakukan aktivitas lainnya. Proses  pernapasan  makhluk  hidup  berbeda-beda,  bergantung  pada  tempat  hidup dan  jenis  makhluk  hidup.  Makhluk  hidup  yang  hidup  di  darat  memiliki  sistem pernapasan  yang  berbeda  dengan  makhluk  hidup  yang  hidup  di  air. Adapun nama-nama alat pernapasan selain paru-paru yakni:
·       Alat pernafasan pada tumbuhan disebut stomata atau lentisel
·       Alat pernafasan pada hewan adalah paru paru,insang trakea dan kulit
·       Burung memiliki alat bantu pernafasan yang disebut pundi pundi udara
2.  Bergerak
Bergerak merupakan salah satu ciri makhluk hidup. Gerak pada manusia dan hewan  jelas  tampak  terlihat.  Dari geerakan itu makhluk hidup bisa berjalan,  berlari,  dan  menggerakkan tangan, terbang,  dan  lain  sebagainya.  Untuk melakukan gerakan tersebut, manusia dan hewan dibantu oleh alat gerak. Pada manusia, misalnya tangan dan kaki. Sedangkan, pada hewan, seperti sayap, sirip, kaki, silia, dan lainnya. Selain manusia dan hewan, tumbuhan juga melakukan gerakan, tapi gerakan ini tidak  mudah  dilihat.  Contoh  gerakan  pada  tumbuhan  adalah  menutupnya  daun putri  malu  bila  disentuh, dan bunga matahari  yang  selalu  menghadap  matahari.  Gerakan  pada  tumbuhan  disebabkan karena ada rangsangan dari luar.

3.  Makan
Seluruh  makhluk  hidup  membutuhkan  makanan.  Makanan  yang   dimakan harus  mengandung  zat-zat  makanan  yang  dibutuhkan  oleh  tubuh.  Contohnya, karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral. Karbohidrat sangat diperlukan tubuh untuk menghasilkan energi.
4.   Iritabilitas
Kemampuan  makhluk  hidup  memberi  tanggapan  terhadap  rangsangan  disebut iritabilitas. Gerak pada tumbuhan terjadi karena adanya rangsangan zat kimia, gaya gravitasi bumi, cahaya, air dan sentuhan. Misalnya pada daun putri malu  akan menutup bila disentuh. Hewan dan manusia untuk iribalitas menggunakan panca indera yang terdiri dari Telinga untuk mendengar; Mata untuk melihat; Kulit untuk meraba; Hidung untuk mencium; Lidah untuk mengecap
5.   Tumbuh
Makhluk hidup mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Contohnya, jika kamu menanam biji akan tumbuh menjadi kecambah, kemudian menjadi tanaman kecil. Jika tanaman tersebut kamu siram  setiap hari, maka akan tumbuh menjadi tanaman yang besar. Pertumbuhan merupakan pertambahan sel-sel tubuh sehungga ukuran tubuh menambah dan tidak bisa mengecil kembali.
6.   Berkembang Biak
Berkembang  biak  atau reproduksi  adalah kemampuan makhluk hidup untuk memperoleh keturunan. Perkembangbiakan ini berguna untuk melestarikan jenisnya. Cara perkembangbiakan pada hewan dibagi menjadi  dua  macam,  yaitu  secara  generatif  (kawin)  dan  secara  vegetatif  (tak kawin).  Pada  hewan  tingkat  tinggi  umumnya  berkembang  biak  secara  kawin, sedangkan  pada  hewan  tingkat  rendah  berkembang  biak  dengan  vegetatif  (tak kawin). Tumbuhan  tidak  hanya berkembang biak dengan biji, tetapi juga dapat berkembang biak secara vegetative, Contoh perkembangbiakan  vegetatif  pada  tumbuhan,  di antaranya stek, cangkok, dan tunas.
*   Generatif, yaitu peristiwa terbentuknya individu  baru  yang  didahului  oleh pembuahan  (fertilisasi),  pembuahan  berarti  meleburnya  sel  kelamin  jantan dengan betina untuk membentuk zigot , contoh : cacing, rayap, katak, lebah dll 
*   Vegetatif, yaitu cara berkembang  biak  tanpa  perkawinan,  jadi  tidak meliatkan sel  gamet atau  sel  kelamin,  contoh  peremangan  vegetatif:  tunas,  membelah  diri, spora, umbi geragih
7.   Adaptasi
Untuk  dapat  bertahan  hidup  di  lingkungannya,  makhluk  hidup  harus menyesuaikan  diri  dengan  lingkungannya, Tempat  hidup  bagi  makhluk  hidup dapat  melakukan  aktifitasnya  disebut  habitat. Apabila  makhluk  hidup  tersebut tidak  bisa  menyesuaikan  diri  dengan  lingkungannya  maka  akan  mati  atau  bisa harus berpindah ke lingkungan yang baru. Adapun jenis-jenis adaptasi yakni:
*   Adaptasi morfologi: penyesuaian terhadap lingkungan yang berhubungan dengan bentuk tubuh, misalnya katak dan itik mempunyai selaput renang pada kakinya yang digunakan untuk berenang.
*   Adaptasi tingkah laku: penyesuaian terhadap lingkungandan bentuk tingkah laku, misalnya hewan bermigrasi ke tempat yang banyak makanan.
*   Adaptasi fisiologi: penyesuaian terhadap lingkungan dalam bentuk tingkah laku, misalnya berkeringat saat cuaca panas.
8.   Memerlukan Suhu Tertentu
Semua makhuk hidup dapat bertahan pada suhu tertentu, ikan dapat hidup pada air yang bersuhu antara 5 derajat celcius sampai dengan 30 derajat. untuk jenis bakteri dapat sampai suhu 80 derajat, sedangkan tumbuhan dapat hidup baik antara suhu 0 – 43 derajat celcius.
9.   Mengeluarkan Zat Sisa (sekresi)
Zat sisa dari proses produksi harus dikeluarkan, jika tidak akan menimbulkan racun di dalam tubuh. Zat sisa yang dikeluarkan bisa berupa cairan, gas ataupun zat padat. Alat pengeluaran zat sisa pada hewan atau manusia , yaitu :
1.  Paru paru mengeluarkan CO2
2.  Kulit mengeluarkan keringat
3.  Ginjal mengeluarkan urine

Sedangkan Untuk mengetahui asal-usul kehidupan, para ilmuwan menyelidiki dan melakukan eksperimen. Berikut teoti-teori yang dikemukakan oleh beberapa ilmuwan dengan bukti-bukti yang ada :
*      Teori Abiogenesis
Teori abiogenesis disebut juga teori generatio spontanea. Pokok dari teori ini menyatakan bahwa kehidupan berasal dari benda atau materi tidak hidup dan kehidupan terjadi secara spontan (generatio spontanea). Ilmuwan yang mengemukakan teori ini adalah seorang filsafat Yunani kuno, yakni Aristoteles (384–322 SM). Dengan melihat organisme di sekeliling-nya, Aristoteles berkesimpulan bahwa makhluk hidup muncul secara tiba-tiba. Contohnya, seekor cacing yang keluar dari dalam tanah, maka cacing tersebut berasal dari tanah. Contoh lainnya, katak yang keluar dari lumpur, maka katak tersebut berasal dari lumpur.
Ilmuwan lain yang mendukung teori ini adalah John Needham (1700). Ilmuwan dari Inggris ini melakukan percobaan dengan merebus sebentar air kaldu yang berasal dari sepotong daging. Air kaldu tersebut menjadi keruh karena adanya mikroorganisme. Ilmuwan tersebut kemudian berkesimpulan bahwa mikroorganisme berasal dari air kaldu.
*      Teori Biogenesis
Teori biogenesis menyatakan bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk hidup lagi. Teori biogenesis merupakan lawan dari teori abiogenesis. Para ilmuwan yang mendukung teori biogenesis adalah Francesco Redi (1626–1697), Abbe Lazzaro Spallanzani (1729–1799), dan Louis Pasteur (1822–1895). Ketiga ilmuwan ini melakukan percobaan dan membuktikan teori biogenesis, seperti:
§                  Percobaan Francesco Redi
Francesco Redi adalah orang pertama yang melakukan percobaan untuk menentang teori abiogenesis. Redi melakukan percobaan dengan menggunakan daging segar dan dua stoples. Stoples pertama diisi dengan daging dan dibiarkan terbuka, sedangkan stoples kedua diisi daging dan ditutup rapat.
Setelah beberapa hari, di dalam stoples yang terbuka terdapat larva. Redi berkesimpulan bahwa larva tersebut berasal dari lalat yang masuk ke dalam stoples kemudian bertelur. Untuk meyakinkan kesimpulannya tersebut, Redi melakukan percobaan yang kedua. Kali ini stoples ditutupi dengan kain kasa sehingga masih terjadi hubungan dengan udara, tetapi lalat tetap tidak dapat masuk. Setelah beberapa hari, didapatkan daging dalam stoples tersebut membusuk, tetapi dalam daging tersebut tidak terdapat larva. Redi mengemukakan tidak adanya larva ini karena lalat tidak bisa menyimpan telurnya dalam daging. Oleh karena itu, Redi berkesimpulan bahwa larva lalat bukan berasal dari daging yang membusuk.
*      Waktu Geologis
Berdasarkan catatan geologis, bumi ini telah ada kurang lebih 4,5 miliar tahun yang lalu sebagai hasil dari sebuah ledakan mahadahsyat di angkasa. Kehidupan diperkirakan mulai hadir 1 miliar tahun dan oleh para ahli percaya bahwa lautan merupakan tempat awal mula hadirnya kehidupan. Keberadaan organisme multiseluler dimulai kira-kira 600 juta tahun yang lalu pada awal masa Paleozoic.

Ada empat masa yang dikenal berdasarkan kehadiran makhluk hidup. Masa tersebut adalah proterozoik, paleozoik, mesozoik, dan senozoik
1.      Proterozoik
Awal mula hadirnya kehidupan, masa ini ada sekitar 3,5 miliar tahun yang lalu. Sebuah fosil batuan pada masa ini, ditemukan mengandung fosil mikroorganisme primitif yang dikenal dengan bakteri (prokariotik). Organisme eukariotik kemudian muncul sekitar 1,5 miliar tahun yang lalu.
2.      Paleozoik (Kehidupan Kuno)
Pada masa ini, diperkirakan mulai munculnya tumbuhan, invertebrata, dan hewan vertebrata pertama, masa ini terjadi sekitar 230 juta sampai dengan 600 juta tahun yang lalu. Perkembangan masa ini dimulai dengan semakin banyaknya kehadiran organisme invertebrata di lautan. Di daratan banyak terdapat tumbuhan dan konifer. Jenis tumbuhan dan hewan pada masa inilah yang memberikan kita ketersediaan bahan bakar fosil pada masa sekarang. Serangga juga diduga mulai mengisi daratan. Ukuran serangga yang hidup pada masa itu lebih besar dari serangga yang umum kita lihat saat ini. Selain itu, ikan pertama pun mulai muncul di laut.
3.      Mesozoik (Zaman Reptilia)
Zaman ini merupakan awal mula hadirnya tumbuhan berbunga, dinosaurus, burung, dan mamalia. Masa ini terjadi antara 250 sampai dengan 60 juta tahun yang lalu. Pada masa ini, banyak spesies reptil dari masa zaman karbon mengalami kepunahan tanpa sebab yang pasti dan digantikan dengan jenis dinosaurus. Masa ini dipenuhi dengan jenis-jenis dinosaurus herbivora dan karnivora. Pada zaman jurasik dan cretaceous, jenis reptil yang hidup berukuran sangat besar. Beberapa jenis Sauropods, seperti Brontosaurus dan Brachiosaurus merupakan organisme terbesar yang pernah hidup di daratan bumi kita.
4.      Senozoik (Zaman Mammalia)
Pada masa ini mulai terjadi penyebaran makhluk hidup sehingga terjadi diversifikasi tumbuhan berbunga, serangga, burung dan mamalia. Selain itu, masa ini juga merupakan awal mula hadirnya manusia (sekitar 3 juta tahun yang lalu).



BAB 3
PENUTUP
 
3.1 Kesimpulan
Secara etimologi biosfer merupakan gabungan dari dua kata, yaitu bio yang berarti hidup dan sphere yang berarti lapisan. Jadi, biosfer adalah lapisan tempat hidup (habitat) makhluk hidup. Biosfer adalah bagian luar dari planet Bumi, mencakup udara, daratan, dan air, yang memungkinkan kehidupan dan proses biotik berlangsung. Biosfer terdiri dari Litosfer, Hidrosfer, Atmosfer.
Asal-usul makhluk hidup yakni meliputi Teori-teori atau hipotesis dari para ahli yang kami sampaikan. Untuk mengetahui asal-usul kehidupan, para ahli menyelidiki dan melakukan eksperimen. Selain penelitian, teori-teori dikemukakan oleh beberapa ilmuwan berdasarkan bukti-bukti yang ada.


       3.2 Saran
     Dengan adanya makalah ini, semoga bermanfaat kita untuk mengetahui alam yang Tuhan ciptakan, dan telah dirasakan di kehidupan terdahulu sampai sekarang.
    Dengan mengetahui biosfer dan makhluk hidup yang sangat bermafaat untuk kehidupan Tuhan Ciptakan,  semoga akan menambah ketaqwaan kita kepada Tuhan YME.
    Semoga dengan adanya makalah ini, akan membatu teman-teman dan pihak yang membaca dalam menambah ilmu pengetahuan.


DAFTAR PUSTAKA

Harmoni, Ati (2011). Seri Diktat Kuliah : Ilmu alamiah Dasar. : Penerbit Gunadarma.
Rahim, Sukirman, dkk . (2014). Ilmu Alamiah Dasar. Gorontalo : Ideas Publishing
Aly Abdullah, Drs. dan Ir. EnyRahma. 2010. MKUD IlmuAlamiahDasar. Jakarta : PT.Bumi Aksara.

Comments

Post a Comment